Showing posts with label Motivasi. Show all posts
Showing posts with label Motivasi. Show all posts

Monday, November 22, 2010

Mulailah Melangkah…!!

Ada kisah menarik yang patut kita renungkan. Seorang pembuat jam bertanya kepada jam yang dibuatnya “Hai jam, mampukah kamu berdetak selama 31.104.000 kali dalam setahun?”
“Saya tidak sanggup tuan, itu terlalu banyak untuk saya,” jawab jam pesimis.
“Kalau begitu bagaimana jika 86.400 kali dalam sehari?” Tanya pembuat jam.
“Itu juga masih terlalu banyak tuan” jawab jam dengan bimbang.
“3600 kali dalam satu jam?” Tanya pembuat jam lagi.
“Banyak sekali itu,” tetap saja si jam ragu-ragu.
“Baiklah kalau begitu bagaimana jika kamu berdetak satu kali setiap detik?”
“Nah kalau segitu saya sanggup tuan” jawab jam dengan antusias.


Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh jam itu berdetak tanpa henti dan itu berarti ia telah berdetak 3600 kali dalam satu jam, 86.400 kali dalam satu hari dan 31.104.000 kali dalam satu tahun. Luar biasa….!!!

Seringkali kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang tampak terasa begitu berat di depan kita. Langkahkan satu kaki untuk memulai, maka kaki yang lain akan mengikuti. Terus dan terus begitu sehingga kita bisa berlari dengan cepat menyelesaikan apa yang kita anggap begitu berat akan menjadi begitu terasa mudah.

Jangan pernah berkata “tidak” sebelum kita mencoba. Life is not theory, life is action ! Hidup bukanlah teori, hidup adalah aksi ! Sing tung ciu she lik liang ! Action is power ! Tindakan adalah kekuatan…..

Jien li she ie ik puu, artinya perjalanan seribu mil dimulai dengan langkah pertama. Kita mungkin mempunyai sebongkah impian indah, segudang rencana, setumpuk ide cemerlang, tetapi semua itu tidak akan menghasilkan apapun, jika kita tidak berani memulai dengan langkah pertama.
E-sms.
Baca Selanjutnya.....

MENJADI PEMENANG

Beberapa saat yang lalu di Pujasera A1 Nagoya, penulis bertemu dengan seorang sahabat yang sudah cukup lama tidak pernah ada komunikasi baik secara langsung maupun lewat media elektronik. Dia bernama Liang Hwa biasa di sapa dengan sebutan Ahwa. Lewat pertemuan yang tidak begitu lama tersebut, penulis mendapat motivasi yang sangat luar biasa dari satu buah cerita yang dia sampaikan. Kira-kira cerita yang ia sampaikan seperti ini....


Alkisah di suatu daerah, ada seekor elang mempunyai sarang di atas pohon yang cukup besar. Elang tersebut hanya mempunyai satu buah telur. Di bawah pohon tersebut tinggal seekor ayam yang sedang mengerami beberapa telurnya.

Pada suatu hari, si Elang sedang pergi mencari makanan. Tiba-tiba angin bertiup cukup kencang sehingga menyebabkan pohon tempat elang bersarang bergoyang-goyang bak dilanda gempa bumi tektonik. Akibatnya, sarang Elang terhempas dan telurnya jatuh tepat ditempat telur-telur ayam di erami, tanpa diketahui si ayam.

Elang yang malang berusaha mencari telur yang hilang, namun meski dengan berusaha sekuat tenaga namun telur tak jua diketemukan. Hingga pada suatu hari ayam berhasil menetaskan telur-telurnya menjadi ayam-ayam kecil, termasuk Elang kecil. Ayam berfikir mungkin salah satu anaknya berbeda akibat kelainan fektor genetika.

Ketika ayam sedang mengajarkan anak-anaknya mencari makanan, elang mengetahui ada satu diantara anak ayam yang mempunyai kesamaan fisik dengannya. Elang berfikir mungkin itu adalah anaknya yang karena suatu hal menyebabkan telurnya terjatuh dan dierami ayam. Elang kemudian berfikir bagaimana cara untuk membuktikan hipotesa (dugaan) nya.

Pada saat yang tepat, ketika itu elang kecil sedang mencari makan sendirian, elang besar mendekatinya dan mengatakan bahwa dia adalah anaknya, bukan anak ayam. “Tidak” kata elang kecil. “Jelas-jelas aku anak ayam, buktinya aku tidak bisa terbang seperti saudara-saudaraku yang lain” lanjut elang kecil. “Coba kamu kepak-kepakkan sayapmu maka kamu akan bisa terbang seperti aku” kata elang besar dengan penuh keyakinan.

Maka elang kecil mencoba mengepak-mengepakkan sayapnya beberapa kali namun tidak bisa terbang juga. “Benar kan…, jelas aku bukan anak elang, buktinya tidak bisa terbang” kata ayam. “Coba lagi…..” perintah elang besar. Elang kecil kembali mencoba dan berhasil hingga ketinggian 5 meter , namun kemudian terjatuh lagi. “Benar kan…, aku sudah mencoba namun tidak bisa terbang juga. Jelas aku anak ayam” kata elang kecil dengan wajah murung. “Coba lagi... coba lagi... coba lagi..... coba lagi.....” perintah elang besar dengan penuh keyakinan.

Elang kecil kembali mencoba dan terus mencoba, hingga pada suatu saat dia berhasil terbang dan mampu mengendalikan kestabilan tubuhnya. Akhirnya dia yakin bahwa dia adalah anak dari si elang besar. Akhir cerita, kedua elang tersebut bersuka cita karena dapat bersatu dalam keluarga lagi..........

Dari cerita tersebut, dapat kita ambil pelajaran yang sangat berharga. Ketika kita ingin mencapai kesuksesan, maka kita tidak boleh menyerah dengan setiap rintangan yang ada di depan kita, baik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui. Berusaha dan terus berusaha dengan segenap kemampuan, maka kita akan menuai suatu hasil yang kita impikan.

Kita dilahirkan sebagai pemenang…!! Proses terciptanya kita bukan karena suatu kebetulan semata. Namun melalui suatu perjuangan, persaingan yang tidak mudah, karena harus mengalahkan berjuta-juta sel (sperma) yang pada akhirnya kita lah yang menjadi pemenang. Bukan hanya mengalahkan satu, dua, sepuluh, seratus, seribu.... namun JUTAAN. Sekali lagi kita ada karena sudah mampu mengalahkan bejuta-juta saingan kita.

Kita adalah pemenang, bukan pecundang...!!

Yang membuat kita tidak menang adalah ketika kita tidak berani mencoba dan terus mencoba akan kegagalan yang pernah kita lakukan. Kita sudah putus asa, menyerah…, hanya karena mencoba sekali atau dua kali namun belum berhasil. Dan yang lebih ironi lagi adalah ketika kita sudah mengatakan bahwa kita tidak mampu padahal kita belum pernah mencoba...

Yang membuat kita tidak menang adalah ketika kita hidup di lingkungan para pecundang yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi sikap / attitude kita dan kita tidak punyai keberanian untuk meninggalkannya.

Yang membuat kita tidak menang adalah ketika kita takut membayangkan kemengan………..end

Saya (Penulis) sampai terbengong-bengong bak sapi ompong mendengar cerita sahabat (Ahwa) tersebut. Begitu dahsyat makna yang terkandung didalamnya dan bias mensugesti pikiran pemulis.

Terimakasih motivasinya Bro (=Brother)…..
E-sms
Baca Selanjutnya.....

Perlombaan Belalang & Anjing

Di suatu hutan, hiduplah seekor belalang muda yang cerdik. Belalang muda ini adalah belalang yang lompatannya paling tinggi di antara sesama belalang yang lainnya. Belalang muda ini sangat membanggakan kemampuan lompatannya ini. Sehari-harinya belalang tersebut melompat dari atas tanah ke dahan-dahan pohon yang tinggi, dan kemudian makan daun-daunan yang ada di atas pohon tersebut. Dari atas pohon tersebut belalang dapat melihat satu desa di kejauhan yang kelihatannya indah dan sejuk. Timbul satu keinginan di dalam hatinya untuk suatu saat dapat pergi ke sana. Suatu hari, saat yang dinantikan itu tibalah. Teman setianya, seekor burung merpati, mengajaknya untuk terbang dan pergi ke desa tersebut..


Dengan semangat yang meluap-luap, kedua binatang itu pergi bersama ke desa tersebut. Setelah mendarat mereka mulai berjalan-jalan melihat keindahan desa itu.

Akhirnya mereka sampai di suatu taman yang indah berpagar tinggi, yang dijaga oleh seekor anjing besar. Belalang itu bertanya kepada anjing, “Siapakah kamu, dan apa yang kamu lakukan disini?” “Aku adalah anjing penjaga taman ini. Aku dipilih oleh majikanku karena aku adalah anjing terbaik di desa ini“, jawab anjing dengan sombongnya. Mendengar perkataan si anjing, panaslah hati belalang muda. Dia lalu berkata lagi. “Hmm, tidak semua binatang bisa kau kalahkan. Aku menantangmu untuk membuktikan bahwa aku bisa mengalahkanmu. Aku menantangmu untuk bertanding melompat, siapakah yang paling tinggi diantara kita“. “Baik“, jawab si anjing. “Di depan sana ada pagar yang tinggi. Mari kita bertanding, siapakah yang bisa melompati pagar tersebut.”

Keduanya lalu berbarengan menuju ke pagar tersebut. Kesempatan pertama adalah si anjing. Setelah mengambil ancang-ancang, anjing itu lalu berlari dengan kencang, melompat, dan berhasil melompati pagar yang setinggi orang dewasa tersebut tersebut. Kesempatan berikutnya adalah si belalang muda. Dengan sekuat tenaga belalang tersebut melompat. Namun ternyata kekuatan lompatannya hanya mencapai tiga perempat tinggi pagar tersebut, dan kemudian belalang itu jatuh kembali ke tempatnya semula. Dia lalu mencoba melompat lagi dan melompat lagi, namun ternyata gagal pula.

Si anjing lalu menghampiri belalang dan sambil tertawa berkata, “Nah belalang, apa lagi yang mau kamu katakan sekarang? Kamu sudah kalah.” “Belum“, jawab si belalang. “Tantangan pertama tadi kamu yang menentukan. Beranikah kamu sekarang jika saya yang menentukan tantangan kedua?” “Apapun tantangan itu, aku siap!“, tukas si anjing. Belalang lalu berkata lagi, “Tantangan kedua ini sederhana saja. Kita berlomba melompat di tempat. Pemenangnya akan diukur bukan dari seberapa tinggi dia melompat, dari diukur dari lompatan yang dilakukan tersebut berapa kali tinggi tubuhnya“. Anjing kembali yang mencoba pertama kali. Dari hasil lompatannya, ternyata anjing berhasil melompat setinggi empat kali tinggi tubuhnya. Berikutnya adalah giliran si belalang. Lompatan belalang hanya setinggi setengah dari lompatan anjing, namun ketinggian lompatan tersebut ternyata setara dengan empat puluh kali tinggi tubuhnya. Dan belalang pun menjadi pemenang untuk lomba yang kedua ini.

Kali ini anjing menghampiri belalang dengan rasa kagum. “Hebat. Kamu menjadi pemenang untuk perlombaan kedua ini. Tapi pemenangnya belum ada. Kita masih harus mengadakan lomba ketiga“, kata si anjing. “Tidak perlu“, jawab si belalang. “Karena pada dasarnya pemenang dari setiap perlombaan yang kita adakan adalah mereka yang menentukan standard perlombaannya.

Pada saat lomba pertama kamu yang menentukan standard perlombaannya dan kamu yang menang. Demikian pula lomba kedua saya yang menentukan, saya pula yang menang.” Intinya adalah, kita semua mempunyai potensi dan standard yang berbeda tentang kemenangan. Adalah tidak bijaksana membandingkan potensi yang kita miliki dengan yang lain.

Kemenangan sejati adalah ketika dengan potensi yang kita miliki, kita bisa melampaui standar dirimu sendiri. Teman-teman, seberapakah tinggikah kita ‘melompat’? Dalam kehidupan, seringkali tanpa sadar kita mencoba membandingkan kemajuan dan perkembangan diri kita dengan standar orang lain. Dan seringkali lebih banyak kekecewaan daripada kebahagiaan yang didapat. Mengapa? Karena kita masing-masing dilahirkan dengan potensi yang berbeda, dengan bakat yang berbeda, dalam lingkungan yang berbeda, dan cara pandang yang berbeda tentang kehidupan. Cara yang tepat untuk mengukur seberapa jauh diri kita telah berkembang dan maju, adalah membandingkan diri kita saat ini dengan diri kita dimasa lalu. Apakah kita hari ini lebih baik dibanding setahun yang lalu? Apakah kita hari ini lebih bisa mengontrol emosi dibanding bulan lalu? Apakah kita hari ini lebih sehat dibanding kemarin? Apakah kita hari ini lebih bijaksana dibanding setahun yang lalu? Kemenangan sejati bukanlah kemenangan atas orang lain, namun kemenangan atas diri sendiri (E-Sms).
Baca Selanjutnya.....

AROGAN

Pada suatu malam, penulis bertemu kembali dengan sahabat Liang Hwa yang kemudian dia bercerita kembali tentang satu kisah...

Di suatu kampung, hiduplah seorang pemuda yang mempunyai hobi mengadu anjing. Guna menyalurkan hobinya, pemuda tersebut kemudian membeli seekor anjing berukuran besar, dari keturunan petarung dan lain-lain, pokoknya tidak ada yang kurang dari anjing tersebut. Anjing tersebut kemudian di beri nama Raja.


Raja ternyata mempunyai bakat petarung yang luar biasa. Setelah melewati masa gemblengan yang cukup berat dari sang pemuda, akhirnya raja menjadi anjing petarung yang tiada dua nya di kampung tersebut. Setiap anjing yang melihat raja kemudian lari terbirit-birit. Bahkan suatu ketika saat sang pemuda mengajak raja berkeliling kampung, anjing-anjing yang lain begitu melihat raja langsung tertunduk takut. Boleh dikata, setiap anjing di kampung tersebut hanya mencium bau raja saja sudah ketakutan

Sang pemuda menjadi bosan dengan hal tersebut karena tidak ada anjing yang bisa di adu dengan raja, yang tentunya sang pemuda tidak bisa menyalurkan hobi yang ia miliki. Kemudian pemuda menantang anjing-anjing di kampung sekitar untuk diadu dengan raja. Namun yang terjadi sama dengan dikampungnya, setiap anjing yang diadu dengan raja menuai kekalahan, bahkan tidak sedikit yang sampai mati. Begitu juga dikampung-kampung yang lain.

Karena tidak ada anjing yang bisa mengalahkan raja, sang pemuda menjadi sombong dan arogan. Setiap melihat anjing yang lain dia mengatakan bahwa anjing-anjing itu tidak berdaya, tidak mempunyai kemampuan, hanya sebagai pecundang dan lain sebagainya....

Ketika melewati pinggiran hutan, sang pemuda melihat ada seorang kakek yang sedang beristirahat di sebuah gubuk dan dilihatnya dia memiliki seekor anjing yang besar tapi sudah tua karena bulu-bulu di tubuhnya sudah rontok semua. Pemuda kemudian membangunkan si kakek. “kek..., bangun sebentar aku ingin mengadu anjing ku dengan anjing yang kakek miliki itu” kata pemuda. “Jangan nak..., aku sudah tua dan dia pun juga sudah tua. Lihatlah betapa bulu-bulunya sudah rontok semua. Kami sudah pensiun...” jawab kakek. “Tidak kek, pokoknya bisa nggak bisa aku ingin mengadu anjingku dengan anjing yang kakek miliki. Aku tidak puas ketika melihat ada seekor anjing tapi belum pernah dikalahkan oleh raja, anjingku. Dia paling hebat di dunia ini dan dia tidak terkalahkan” tantang pemuda dengan kesombongan dan kearoganannya. “Baik.. kalau engkau memaksa maka aku tidak bisa memilih. Ajak dia bermain-main sebentar panglima” kata raja lalu memberikan perintah kepada binatang kesayangannya.

Begitu mendapat perintah dari tuannya, tanpa basa-basi lagi raja dan panglima kemudian langsung saling serang-menyerang. Terjadi pertempuran yang sangat hebat. Satu menit…, dua menit… dan tiga menit telah berlalu. Sang Raja jatuh tersungkur, dan ketika di dekati oleh pemuda ternyata raja tewas dengan tubuh tercerai berai…

Pemuda menjadi heran dengan anjing si kakek, meski sudah tua dan tidak mempunyai bulu lagi namun bias mengalahkan raja dalam waktu yang sangat singkat. “Kek, apa jenis anjing kakek kok begitu mudah bisa mengalahkan raja, padahal di sudah tua sekali. Kakek beli dimana? Kakek beri dia makanan apa? Cara melatihnya bagaimana? “ tanya pemuda dengan menggebu-gebu. “Aku tidak tahu itu jenis anjing apa nak..., tidak ada perlakuan istimewa yang aku berikan kepadanya. Yang aku tahu Cuma satu, anjing yang anak sebutkan itu saat masih banyak bulunya disebut SINGA...” jawab kakek.

O... pantes aja si raja begitu mudah dikalahkah....he....he....he.... kata temenku Liang Hwa mengakhiri ceritanya.

Makna dari cerita tersebut adalah bahwa diatas kekuatan kita masih ada kekuatan lain yang mungkin kita tidak tahu dalam bentuk apa tapi belum apa-apa sudah sering kali kita remehkan keberadaannya. Diatas langit masih ada langit. Manusia diciptakan pasti mempunyai kelebihan dan juga kekurangan. Itu tidak bisa terbantahkan lagi. Hendaknya dengan kekuatan tersebut tidak menjadikan kita sombong dan arogan, apalagi hanya untuk menindas sesama, untuk kepentingan pribadi, untuk memuaskan nafsu hewanismenya.....

E-sms
Baca Selanjutnya.....

Menuju Puncak Sukses

Setiap orang ingin sukses ! Tidak hanya sekedar sukses, tapi benar-benar bisa meraih puncak sukses…... !! Tidak hanya sekedar cukup, tapi ingin berlebih dan kaya raya…... !! Tidak hanya sekedar sehat, tapi ingin benar-benar bugar…... !! Tidak ingin sekedar berkeluarga, tapi ingin benar-benar membahagiakan keluarga dan orang-orang yang dicintai…... !!. Tidak hanya sekedar hidup, tapi ingin berarti bagi sesamanya…... !!. Tidak ingin biasa-biasa saja, tapi ingin mencapai kemaksimalan dalam hidup ini…... !!. Tidak ingin hanya berada dilereng, tapi ingin meraih puncak sukses…... !!

Itulah hakekat hidup yang sebenarnya, yakni dapat memberikan sesuatu yang terbaik bagi siapapun, kapanpun dan dimanapun. Namun sering kali keingininan hanya sebatas mimpi tanpa bisa terwujud hanya karena kegagalan yang sifatnya sementara dan membuat apatisme untuk berbuat dan berbuat lagi.



Untuk meraih puncak sukses, ada cerminan dari empat (4) kelompok para pendaki gunung untuk menjadi kajian bersama.

1. Kelompok Pecundang

Sebenarnya orang ini ingin menikmati pemandangan yang luar biasa diatas puncak. Namun ketika melihat gunung yang menjulang tinggi didepannya, dia mengurungkan niatnya. Tidak berani naik karena takut capai, takut seandainya terjadi sesuatu ditengah perjalanan, takut kalau gagal ditengah jalan, dan banyak yang ditakutkan sehingga tidak melangkah sama sekali. Hidupnya hanya dikuasai oleh pikiran negatif.

Banyak orang yang memiliki mentalitas seperti ini. Ingin sukses, ingin kaya, ingin bahagia dan punya banyak keinginan. Tapi sayang, semua hanya sekedar keinginan dan tidak memiliki cukup keberanian untuk mewujudkannya.

Tentu saja mentalitas negatif seperti itu perlu dihindari. Jika ingin meraih puncak sukses, jangan biarkan segala bentuk ketakutan menghambat langkah. Jangan biarkan takut ditolak, takut dihina, takut diremehkan, takut kegagalan dan ketakutan-ketakutan yang lain. Lalu bagaimana agar mampu mengatasi ketakutan-ketakutan tersebut? Tidak ada pilihan lain kecuali harus melangkah sampai ke puncak sukses.

2. Kelompok yang Mudah Menyerah

Kelompok kedua ini memulai petualangannya dengan semangat yang luar biasa. Namun, ketika baru saja sampai dilereng pegunungan mereka mulai menggerutu karena lelah dan hawa dingin yang begitu menusuk. Mereka memutuskan untuk berhenti karena merasa pendakian itu terlalu berat. Tentu saja mereka yang memutuskan untuk berhenti dilereng bukanlah pendaki sejati.

Untuk mencapai sukses ada kalanya menghadapi banyak tantangan dan hambatan. Godaan untuk berhenti dan menyerah kerap kali muncul ketika mengalami kesulitan. Tapi ingatlah impian-impian untuk meraih puncak sukses. Bayangkan kesuksesan yang akan didapat ketika berada dipuncak. Bayangkan segala hal-hal yang akan membuat terus bertahan dan tidak akan pernah berhenti…!

3. Kelompok yang Berpuas Diri

Kelompok yang ketiga ini berhasil naik lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kedua. Kelompok ini tidak menyerah ketika menghadapi medan yang sulit maupun hawa dingin yang menusuk. Kelompok ini tetap bersemangat untuk mencapai pemandangan yang indah. Sampailah kelompok ini disuatu tempat yang cukup indah pemandangannya, ada bunga edelwis disana-sini, demikian juga tempatnya cukup nyaman untuk beristirahat. Mereka sangat senang dengan pendakian yang telah mereka capai, itu sebabnya mereka memutuskan untuk berhenti. Buat apa mendaki lebih tinggi kalau dari tempat itu mereka sudah melihat pemandangan yang cukup bagus?

Jangan biarkan “keindahan edelwis” dan “sedikit pemandangan” jadi berpuas diri yang akhirnya membuat tidak pernah mencapai puncak sukses. Kesuksesan yang didapat saat ini tidak boleh membuat berpuas diri. Terus melangkah hingga mencapai puncak sukses !!

4. Kelompok Pemenang Sejati

Semakin tinggi puncak yang didaki, akan semakin berat pula halangan dan tantangan. Namun, semakin tinggi puncak yang didaki maka semakin indah juga pemandangannya. Jikia ingin meraih puncak sukses, jangan pernah bersedia dihentikan oleh apapun dan siapaun juga. Jangan pernah bersedia dihentikan dengan penolakan, kegagalan, gosip, iri hati, pemecahbelahan atau rasa sakit yang dialami. Demikian juga, jangan pernah bersedia dihentikan oleh “edelwis” atau rasa berpuas diri saat mengecap sedikit kesuksesan. Raih puncak sukses, miliki mental pemenang…..!!!!

Eko Sumarsono, ST
Baca Selanjutnya.....

Ada Apa dengan Kegagalan

Anda tidak pernah dikatakan kalah sampai anda berhenti mencoba

Kita tidak akan pernah menemukan lautan yang baru kecuali kita memiliki keberanian untuk tidak melihat pantai

Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka. Tetapi kita seringkali terlalu lama memandang dengan kecewa pintu yang tertutup itu, sehingga kita tidak melihat pintu yang terbuka bagi kita.


Banyak kegagalan dalam hidup terjadi karena orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan karena mereka telah menyerah

Berlian adalah sebongkah batu yang telah melewati tekanan yang berat

99% dari kegagalan datang dari orang yang mempunyai kebiasaan membuat alasan (menyerah)

Hanya mereka yang tidak melakukan apa-apa (tidak pernah berbuat) yang tidak membuat kesalahan

Anda akan selalu melalui kegagalan pada jalan menuju sukses

Masa muda dan usia bukanlan soal waktu, tetapi soal pikiran. Tugas kita bukanlah menambah tahun-tahun dalam kehidupan, tetapi untuk menambah kehidupan dalam tahun-tahun tersebut

Setiap pengalaman kegagalan akan membawa langkah lebih dekat pada kesuksesan

Satu-satunya kegagalan yang benar terjadi karena kegagalan untuk memulai

Keraguan dan penundaan seringkali menjadi sumber kegagalan

Hanya karena sesuatu tidak berjalan seperti yang anda rencanakan, tidak berarti anda gagal dan tidak berguna

Orang yang tekun, memulai kesuksesan mereka ketika orang lain berakhir dalam kegagalan.

Kita seringkali dapat belajar lebih banyak dari kegagalan dari pada kesuksesan

Tidak ada yang lebih gagal selain dari pada kesuksesan karena kita seringkali tidak belajar banyak dari kesuksesan. Kita dapat belajar banyak dari kegagalan

Jatuh tujuh kali....., kedelapan berdiri.....!!!

Anda tidak gagal dalam sebuah ujian, anda hanya tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan

Masalahnya bukanlah apakah anda telah dijatuhkan, tetapi apakah anda mau bangkit lagi, itulah yang terbaik.

Orang yang giat berlatih menjadi lebih kuat dari pada yang tidak. Otot kita harus dilatih unruk membuat kita lebih kuat. Orang yang bekerja menjadi lebih aktif dari pada mereka yang hanya duduk di rumah dan tidak melakukan apa-apa...

Ketika seorang samuarai sejati pergi ke medan peperangan, ia selalu siap untuk mati. Tetapi seringkali musuhnya yang akhirnya mati

Ia yang tidak pernah berbuat apa-apa, tidak akan pernah mendapatkan penemuan baru

Saya tidak tahu apa kunci kesuksesan, tetapi kunci dari kegagalan adalah dengan berusaha untuk menyenangkan semua orang

Orang yang memiliki karakter terbesar di dunia adalah mereka yang harus berjuang menghadapi segala macam penolakan dan kekerasan

Ketika kita gagal, kita hanya belum belajar bagaimana melakukan sesuatu

Kegagalan terbesar adalah kegagalan untuk mencoba

Mengambil resiko bukan berarti kita harus melakukan sesuatu yang bodoh

Bukanlah dosa untuk mencoba dan gagal. Dosa yang sesungguhnya adalah jira tidak mau mencoba

Jika anda berpikir akan cala, anda sebenarnya sudah cala

Seseorang yang gagal bukanlah seorang yang gagal sampai ia mulai menyalahkan orang lain

Tidak ada seorangpun yang pernah menjadi besar dan baik kecuali melalui banyak kesalahan besar

Seseorang yang telah melakukan kesalahan dan tidak berusaha untuk memperbaikinya, itu bearti ia sedang membuat kesalahan lain

Kegagalan adalah statu peristiwa, bukan orangnya….


LUPAKAN YANG TELAH BERLALU,
MASA LAMPAU SUDAH PERGI
SAMBUT HARI ESOK DENGAN KEPASTIAN…….!!!


Sumber: Diambil dari banyak referensi
Baca Selanjutnya.....

Penggalan Kata-Kata Bijak

Kata Bijak 1

Nothing in the world can take the place of persistence
Talent will not: nothing is more common than unsuccessful men with great talent.
Genius will not: unrewarded genius is almost a proverb
Education will not: the world is full of educated derelicts.
Persistence, determination alone are omnipotent.

Remember…!
Yesterday is experience, to day is reality and tomorrow is expectation. The full men is make expectation come to the reality by reflecting it to the experience in the past.


Be successful:

  • Delaying of gratification
  • Acceptance of responsibility
  • Dedication of truth
  • Balancing

Kata Bijak 2

  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan hari, maka tanamlah bunga....
  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan bulan, maka tanamlah padi.
  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan tahun, maka tanamlah pohon.
  • Bila ingin menghasilkan sesuatu dengan hitungan jangka panjang, maka tanamlah GAGASAN / IDE TERENCANA.

Kata Bijak 3


Ya Allah…..
Apabila aku menyembah-Mu cuma karena takut kepada-Mu, maka lemparkan aku kedalam neraka-Mu…
Dan apabila aku menyembah-Mu sekedar menginginkan surga-Mu, maka jauhkan aku dari nya…

Tetapi.....,
Jika aku menyembah kepada-Mu karena ke Maha Muliaan wajah-Mu, maka janganlah Engkau halangi aku untuk selalu melihat-Mu, mencintai-Mu....


Kata Bijak 4

Kelebihan dan kekuatan akan menjadi malapetaka terdahsyat yang akan menghancurkan dan membinasakan diri kita bila kita berjalan pada kesombongan, kepongkahan...., dengan semua itu.

Sombong adalah sifat dasat manusia. Sombong akan selalu muncul dari terkecil keberhasilan, berkambang.... dan menjadi besar hingga menutup qolbu.

Mampukah kita lari dan meniggalkannya menuju kerendahan hari? Karena dengan kerendahan hatilah maka kita merasa tidak memiliki apa-apa. Hati, pikiran dan jasmani kita senantiasa akan termotivasi menghasilkan terbaik dalam ridho Allah SWT...



Kata Bijak 5

Agar rezeki melimpah:

  • Terus dan terus berusaha
  • Perbanyak istighfar
  • Tunaikan hak harta
  • Perbanyak silaturrahmi
  • Pertebal kekuatan tawakal.

Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan diperpanjangkan usianya maka sambunglah silaturrahmi... (HR. Bukhori & Muslim)

Rezeki tidak semata-mata harta benda:
Keturunan yang shaleh adalah rezeki
Ilmu yang banyak dan bermanfaat bagi umat adalah rezeki
Rasa aman dan damai adalah rezeki
Lahir, hidup dan kematian dalam iaman dan islam adalah rezeki yang tiada tara.

“….. sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga meraka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri…..”
( QS. Ar Rad: 11 )

Maka……, BERUSAHALAH……. Jangan mengenal istilah putus asa dalam hidupmu……!!


Kata Bijak 6

Lima (5) hal yang menentukan doa terhambat dikabulkan oleh Allah SWT (Ibrahim ibnu Adhan, seorang sufi dari syiria) :

  1. Engkau mengaku mengenal Allah, bermakrifat, tetapi tidak mau menjalankan apa yang diperintahkanNya.
  2. Engkau mengaku pengikut Rasululloh Muhammad SAW, tetapi tidak mau mengikuti sunah-sunah nya.
  3. Engkau mengaku Al Quran sebagai kitab mu, tetapi tidak mau mengamalkan nya justru apa yang kamu lakukan bertentangan dengan nya.
  4. Engkau mengaku syaitan sebagai musuh mu, tetapi ajakannya sering engkau ikuti.
  5. Engkau sering membicarakan aib orang lain, tetapi aib dirimu tidak pernah engkau pedulikan dan melakukan instropeksi.
Baca Selanjutnya.....