Monday, January 30, 2012

Wazzub Menghasilkan Dollar adalah Bohong Besar

 
Wazzub is HOAX alias Bohong Besar

Dear pembaca dan pengunjung yang budiman. Mungkin ada beberapa kawan kawan yang ikut terjebak dalam kebohongan besar alias HOAX dari Wazzub yang mengatakan bahwa dirinya adalah sistem MLM Online yang menghasilkan dan membayar anda dengan Dollar tanpa kerja, cukup dengan mempromosikan url Affiliasi anda untuk ikutan join dalam program tersebut.

Beberapa hari yang lalu saya ditawarin sama kawan untuk ikutan, tapi karena pernah mengalami hal serupa yang saya lupa nama programnya yang di jalankan lewat aplikasi di facebook dulu. Udah lama ikutan, tiap hari klik sana sini dan promosi sana sini, eh ujung ujungnya URL aplikasi tersebut hilang lenyap ditelan bumi tanpa ada seorangpun yang pernah merasakan bayarannya.

Karena kejadian tersebut, akhirnya dengan berat hati saya meng “iya” kan ajakan kawan saya. Karena penasaran akhirnya saya buka URL situs resmi dari Wazzub tersebut yang berjumlah dua domain yang berbeda ekstensi, yang satunya wazzub dot com dan satunya wazzub dot info yang masing – masing di redirect ke satu dan lainnya. Dan yang paling tidak membuat saya yakin adalah dengan melihat Peringkat atau Rank serta index domain wazzub tersebut di mesin pencari Google.
Berikut ini ada penjelasan dan alasan bahwa Wazzub menghasilkan Dollar adalah HOAX yang saya sadur dari thread kaskus :



1. Situs resmi wazzub, yakni www.wazzub.com cuma hasil redirect dari URL www.wazzub.info | URL Redirect atau Domain Redirect adalah teknik meneruskan (forward) dari satu alamat nama domain B ke alamat nama domain lain A, sehingga saat anda menekan tombol Enter untuk mengakses alamat domain B, maka alamat domain B akan berubah dengan alamat domain A. Misal: http://onefineday-photography.com akan diredirect ke http://handywijaya.com.

Kalau anda perhatikan domain (.info) yang digunakan jelas sekali tidak menunjukkan kalau situs tersebut adalah sebuah situs besar/ professional. Bayangkan saja, domain .info adalah domain TLD termurah bahkan di GoDaddy harga domain .info hanya $0.67, mana mungkin sebuah perusahaan besar yang katanya akan menyaingi google, yahoo, dan lainnya menggunakan domain .info

2. Sistem yang digunakan di Wazzub sudah pernah dibuat oleh situs serupa yang bernama “PrelaunchMalaysia.com” | Dulu juga sempat booming karena sangat mudahnya member mendapatkan $$$ dari sana. Dan benar saja, setelah situs tersebut launching, yang ditunggu-tunggu member pun hingga jutaan member dari berbagai negara tidak kunjung datang dan parahnya lagi setelah situs tersebut launching malah mereka menawarkan produk ke member yang mendaftar pada masa pre-launch tersebut, padahal di masa pre-launchnya disebutkan “gratis.. tanpa perlu membeli produk apapun” tapi yang terjadi malah sebaliknya. Wazzub memang sangat mirip dengan Prelaunch Malaysia yang 100% scam.

3. Situs dengan program seperti ini sangat rawan dengan tindakan hacking. | Situs seperti ini biasanya digunakan untuk mengumpulkan data-data member melalui email dan password yang digunakan saat mendaftar disitusnya (Wazzub). Dari sini sangat mudah untuk melakukan tindakan hacking terhadap akun email member, karena kebanyakan orang mendaftar disebuah situs menggunakan password yang sama dengan password pada akun emailnya. Nah, dari sinilah tindakan hacking dimulai dan bila anda menggunakan email yang sama dengan akun paypai, Alertpay, Liberty pada saat mendaftar disitus tersebut maka bersiaplah anda akan kehilangan aset berharga anda. Tentunya anda juga perlu mewaspadai hal semacam ini dan bukan tidak mungkin kalau Wazzub juga ada indikasi kesana. Bila anda sudah terlanjur bergabung di Wazzub sebaiknya anda langsung mengubah password email anda demi keamanan.

4. Selain itu, situs dengan program seperti ini biasanya hanya digunakan sebagai trik untuk menaikkan traffic (alexa) dan PageRank saja yang setelah itu situs tersebut di lelang dengan harga yang tinggi. | Intinya adalah situs ini dibuat hanya untuk flipping site seperti situs Paybox dulu.

Jadi, Kesimpulannya tentang Wazzub ini adalah sebagai berikut :
Wazzub 100% Scam!
Jangan mudah tergiur dengan situs2 semacam ini. Ingat, untuk mendapatkan penghasilan dari bisnis online tidaklah sesederhana itu.
Hati2 dalam memilih bisnis online. Selalu cek alamat domain dari situs bisnis online, apakah situs tersebut merupakan hasil dari teknik URL Cloaking atau URL Redirect. Jika situs merupakan hasil dari teknik tsb, lebih baik carilah situs lain yg benar2 terpercaya
Buang jauh2 pemikiran “tidak perlu usaha tapi dibayar”. Ingat! orang menjadi sukses karena berusaha! bukan tidur2an dapet duit.
Bagaimana dengan anda ?? sudah adakah yang jadi korban Wazzub menghasilkan Dollar lewat internet dan sistem MLM ini ?? Semoga saja tidak….
Referensei :


http://jackysan.info/ Baca Selanjutnya.....

Saturday, January 21, 2012

Monday, January 9, 2012

Gambaran wajah kita 20 tahun mendatang


Sebuah hiburan yang sangat menggelitik perasaan saya, sebab ketika saya browsing dan blogwalking, saya menemukan sebuah blog yang tidak bercerita panjang lebar. Blog tersebut hanya memberi tahu bahwa inilah ramalan wajah anda 20 tahun mendatang, tertarik.. saya langsung menuju TKP. Dan hasilnya wajah saya tambah handsome wkwkwkwk


Sulit dibayangkan memang jika bertambah usia maka secara perlahan akan bertambah pula perubahan fisik seseorang, selanjutnya bagaimana orang tersebut memanfaatkan hidupnya untuk dirinya dan diri orang lain.

Penasaran Bagaimana mengetahui Gambaran wajah kita 20 tahun mendatang? langsung menuju link berikut :

http://in20years.com/

Baca Selanjutnya.....

Saturday, December 31, 2011

Kapan Orang Miskin Mengenyam Pendidikan Layak



Beberapa hari yang lalu, Sukirman sibuk menawarkan sepeda motor satu-satunya yang ia miliki. Padahal sepeda motor itu salah satu sarana transportasi untuk bisnis makanan yang ia tekuni selama ini. Akibat kenaikan BBM yang berimbas pada makin besarnya biaya produksi, membuat ia tidak mampu bertahan lagi. Apalagi putra bungsunya sebentar lagi sudah mulai masuk Sekolah Dasar. Dan bukan rahasia lagi, untuk masuk sekolah tidak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Memang, di negeri ini sebuah bangku sekolah itu harus "dibeli" dengan harga yang mahal, yang begitu berat dirasakan oleh sebagian besar masyarakat. Jadi lengkap sudah penderitaan yang di alami Sukirman.



Di era sekarang ini, untuk mendaftar sekolah saja tidak semudah dibandingkan dengan era 10 tahun yang lalu. Di Batam misalnya, karena tidak sebanding antara pertumbuhan penduduk dengan pertambahan jumlah sekolah negeri maka dampaknya adalah semakin banyak siswa yang tidak tertampung. Ini tentu akan menimbulkan persoalan baru yang sekiranya tidak cepat diantisipasi maka akan berdampak pada pemiskinan sosial.

Apabila masuk sekolah swasta, maka orang tua harus rela mengeluargan biaya ekstra. Untuk masuk SD saja, diharuskan terlebih dahulu membayar uang “bangku” berkisar antara Rp 2 jutaan atau lebih. Belum termasuk biaya-biaya lain yang mencekik leher, antara lain SPP yang berkisar antara Rp 100.000-Rp 500.000 per bulan (tergantung bergengsi tidaknya sebuah sekolah), uang pakaian seragam, uang buku, uang kegiatan, dan tagihan lainnya dari sekolah. Begitu mahalnya biaya yang dibutuhkan, maka sekolah akhirnya hanya bisa dimasuki mereka yang punya uang, sedangkan mereka yang berekonomi lemah terpaksa harus gigit jari dan mata melotot melihat mereka yang menikmati cerianya bangku sekolah dan atau bila memaksa akan menjadi lenih miskin gara-gara sekolah.

Disatu sisi kita mesti mengacungkan jempol atas upaya orang tua untuk menyelamatkan masa depan anak-anak mereka pada suatu tempat yang bernama “sekolah”. Tidak sedikit diantara orang tua yang rela menggadaikan segalanya demi masa depan sang anak. Bagi orangtua, sekolah tampaknya masih dijadikan pilihan utama yang bisa mengubah nasib anak-anak mereka.

Itulah potret negeri ini, negeri yang gemah ripah loh jinawi tata tenterem kerta raharja kata sang dalang, “negeri tanah surga karena tongkat kayu dan batu jadi tanaman” kata penyanyi Koes Ploes tapi mayoritas masyarakatnya yang miskin tidak bisa menikmati pendidikan layak. Ironi memang….

Semenjak globalisasi ala “konsensus Washington” menjadi program utama yang dianut mentah-mentah bangsa ini, sejak itu pula pemiskinan masyarakat seakan menjadi tujuan utama bangsa. Begitu pesat pertumbuhan masyarakat miskin yang semakin sulit untuk menikmati pendidikan, pelayanan kesehatan, tempat tinggal yang memadai, dan pekerjaan yang layak. Globalisasi adalah skenario yang telah sukses meluluhlantakkan peradaban bangsa Indonesia.

Tidak kalah mengerikan adalah diperbolehkannya kepemilikan asing sampai 49 persen dibidang usaha Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Tinggi dan Pendidikan Non Formal. Angka 49 persen kepemilikan asing di semua tingkat pendidikan semakin memperjelas konsep liberalisasi pasar yang justru diamini para pengambil kebijakan negeri ini.

Pendidikan merupakan sebuah upaya dalam pengembangan kemampuan dan pembentukan watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan bangsa, disamping menjadikan peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang mempunyai aklak yang mulia. Pendidikan bukan sebatas perhitungan untung-rugi, tapi lebih jauh lagi adalah ruh dan nilai “ideologi” suatu bangsa.
Bukan rahasia lagi bahwa pendidikan model pasar telah menjadi mesin produksi yang harus bekerja terus-menerus dengan logika "efektivitas dan efisiensi" untuk menciptakan "generasi intelektual instan". Model pendidikan seperti ini kemudian mengesampingkan sebuah proses pendidikan yang di dalamnya terdapat titik-titik pencerahan dan pembebasan manusia dari keterkungkungan. Hasil dari proses pendidikan yang hanya pada logika berfikir “untung-rugi” ini, meminjam istilah HM. Amin Rais akan menciptakan belukar nilai, belukar Weltanschaung dan belukar moral serta etika yang justru akan melahirkan generasi bermental inlander dan cenderung korup.

Sebuah pertanyaan dan kenyataan pahit yang jelas dihadapan kita adalah mengapa Pemerintah tidak dapat memenuhi amanat pasal 31 ayat 4 UUD 1945 yang berbunyi “Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional”? Mengapa amanat Undang-Undang yang demikian penting diabaikan oleh pemerintah?

Jawabanya adalah karena pemerintah tidak punya cukup uang. Sumber daya alam kita sudah dikuasai pihak asing, perairan nasional kita sudah didominasi asing, lebih dari 50 persen perbankan nasional dikuasai asing, BUMN-BUMN kita sudah diambil-alih asing, dan yang kita kuasai sekarang adalah sekitar 40 persen masyarat Indonesia yang berada dibawah lapisan kemiskinan dan tidak mempunyai hak untuk mengenyam pendidikan layak.
Lebih ironi lagi, hingga saat ini mereka yang berkantong tebal (termasuk para pengambil kebijakan) justru dapat menikmati pendidikan bermutu diluar negeri meski harus mengeluarkan biaya puluhan hingga ratusan juta rupiah perbulannya. Pertanyaannya apakah ini yang disebut “keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” sementara masih banyak masyarakat yang hanya bermimpi untuk mengemyam pendidikan layak….

Sekalipun demikian, namun optimisme untuk menapak jalan yang lebih baik harus tetap dibangkitkan. Berbagai cara dan upaya guna memperbaiki system pendidikan yang sudah mengarah pada gaya kapitalisme harus terus dilakukan. Pemerintah sebagai pengambil kebijakanya, swasta dengan community social responsibility dan masyarakat “mampu” dengan kepekaan sosialnya harus bersatu padu mengupayakan suatu sistem pendidikan bermutu yang bisa dijangkau oleh semua elemen masyarakat, bukan pendidikan yang semata-mata hanya berfikir untung-rugi, bukan pendidikan yang menipu bangsa, dan bukan pendidikan yang korup dengan menjadikan pelaku-pelaku pendidikan sebagai “pimpinan-pimpinan proyek”

Pendidikan bermutu tapi terjangkau (murah) adalah keharusan demi menyelamatkan negeri ini, karena tolak ukur maju tidaknya suatu negara sangat tergantung dari seberapa besar peran pendidikan dapat menyentuh semua lapisan masyarakatnya. Dan yang paling penting adalah, Pendidikan layak (bermutu) bisa dinikmati masyarakat miskin dan tidak membuat masyarakat menjadi miskin…………

Oleh: Eko Sms
Ketua Inisiator Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) Provinsi Kepulauan Riau, Aktivis Pemuda Muhammadiyah Kepri.
Baca Selanjutnya.....