Wednesday, March 23, 2011

Tentang Cinta I

Manusia tidak jatuh kedalam cinta, tidak juga keluar dari cinta…, tapi manusia tumbuh dan besar dalam cinta.

Cinta dibanyak waktudan peristiwa orang selalu beda mengartikannya. Tak ada yang salah, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang seperti udara yang mengisi ruang kosong dan juga laksana air yang mengalir kedataran yang lebih rendah.

Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih saying. Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik…..

Baca Selanjutnya.....

Tentang Cinta II

Sangatlah menyakitkan mencintai seseorang tetapi tidak dicintai olehnya. Tetapi lebih indah untuk mencintai dan tidak pernah menemukan keberanian untuk memberitahu mereka apa yang kita rasakan.

Mungkin Tuhan menginginkan kita untuk bertemu dengan orang yang tidak tepat sebelum bertemu dengan yang tepat. Jadi ketika akhirnya kita bertemu dengan orang yang tepat, kita akan tahu betapa berharganya anugerah tersebut…



Cinta adalah ketika kita membawa perasaan, kesabaran dan romantisme dalam suatu hubungan dan menemukan bahwa kita peduli dengan dia. Hal-hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kita bertemu dengan orang yang sangat berarti bagi kita hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak berarti dan kita harus membiarkannya pergi. Ketika pintu kebahagiaan tertutup, yang lain mungkin terbuka, tapi terkadang kita menatap terlalu lama pintu yang telah tertutup itu sehingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka lebar untuk kita……………

Baca Selanjutnya.....

Tentang Cinta III

Kalau engkau mencintai dan dicintai seseorang, senangkanlah hatimu…, karena hidupmu telah berharga. Tandanya engkau masuk daftar anak bumi yang terpilih. Allah akan memperlihatkan belas kasihNya pada mu lantaran pergaduhan hati sesama makhluk, dua jiwa diseberang masyrig dan magrib telah terkukung dibawah suatu perasaan didalam lingkunganNya.



Jika cintamu tidak terbalas, senangkanlah hatimu…., karena sesungguhnya orang yang mengusir akan jatuh kasihan dan ingin kembali ketika sudah jauh dari matanya. Dia akan cinta, cinta yang lebih tinggi derajatnya dari pada cinta lantaran hawa. Terpencil jauh membawa keuntungan insyaf, kebencian meruncingkan cita-cita dan membersihkan perbuatan sehingga lantaran itu hati akan bersih laksana bejana kaca yang penuh berisi air khulud, air kekal yang dianugerahkan Tuhan. Dengan sebab itu, engkau akan memperoleh tempat yang merupakan cinta itu kelak. Kalau tidak ada pada insan, akan ada pada yang lebih besar dari insan. Bersedialah menerima untuk menyuburkan cinta walaupun bagaimana besar tanggungan mu, karena cinta memberi dan menerima…. Cinta itu gelisah tetapi membawa ketenteraman……….

Baca Selanjutnya.....

Perempuan...............



Perempuan,
Mahluk cantik yang diciptakan Tuhan ke dunia
Untuk membuat dunia menjadi indah
Sebagai bukti bahwa Tuhan Maha Indah dan mencintai keindahan

Perempuan,
Mahluk kuat yang diciptakan Tuhan ke dunia
Yang melahirkan generasi penerus dengan bersabung nyawa

Perempuan,
Mahluk sabar yang diciptakan Tuhan ke dunia
Untuk mendampingi laki-laki yang terkadang bertingkah & berulah
Bak anak kecil yang rewel kehilangan mainannya



Perempuan,
Mahluk tangguh yang diciptakan Tuhan ke dunia
Untuk mendampingi suami membanting tulang
Menghidupi & membesarkan anak-anaknya

Perempuan,
Mahluk setia yang diciptakan Tuhan ke dunia
Untuk mendampingi suami sampai senja kala hidupnya
Walaupun badai menghantam biduk rumah tangganya

Perempuan,
Mahluk pintar yang diciptakan Tuhan kedunia
Untuk menjadi guru bagi anak-anaknya
Agar tahu bahwa hidup punya makna

Perempuan,
Mahluk cerdas yang diciptakan Tuhan kedunia
Untuk memutar otak agar tetap bisa survive hidup
Bagaimanapun kondisi ekonominya

Perempuan,
Mahluk alim yang diciptakan Tuhan kedunia
Untuk menjadi ustadzah bagi lingkungannya
Agar mengabdi kepada Tuhan PenciptaNya....

Baca Selanjutnya.....

BERBUATLAH YANG TERBAIK



Kisah 4 Istri

Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri. Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan, sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.

Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kepada semua temannya. Namun ia juga selalu kuatir kalau isterinya ini lari dengan pria lain. Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia isteri yang sabar dan penuh pengertian.

Kapan pun pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sulit.

Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.

Akan tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini begitu sayang kepadanya. Suatu hari si pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segera meninggal. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, "Saat ini aku punya 4 isteri. Namun saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan."



ISTERI KE-4: NO WAY

Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri ke-4-nya. "Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?" Ia terdiam.... tentu saja tidak! Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi. Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan mengiris- iris hatinya.


ISTERI KE-3: MENIKAH LAGI

Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri ke-3. "Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?" Isterinya menjawab, "hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati". Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam.


ISTERI KE-2: SAMPAI LIANG KUBUR

Kemudian ia memanggil isteri ke-2. "Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?" Jawab sang isteri, "Maafkan aku kali ini aku tak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan kubuatkan makam yang indah untukmu."


ISTERI KE-1: SETIA BERSAMA SUAMI

Pedagang ini merasa putus asa. Dalam kondisi kecewa itu, tiba- tiba terdengar suara, "Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja aku bisa merawatmu lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, isteriku."


HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI

Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.

Isteri ke-4 adalah TUBUH kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepada-Nya.

Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.

Sedangkan Isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan sesungguhnya Isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA. Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu menolong kita di akhirat kelak.

Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan pernah malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama yang membutuhkan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita menjadi sangat berarti bagi mereka yang memerlukannya.

Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.

Baca Selanjutnya.....

Renungan Bagi Orang Tua yang Sibuk


Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam.

Tidak seperti biasanya, Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelasdua SD yang membukakan pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama. Kok, belum tidur? sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya, Imron memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang ayah menuju ruang keluarga, Imron menjawab, Aku nunggu Ayah pulang. Sebab aku mau tanya berapa sih gaji yah? Lho, tumben, kok nanya gaji Ayah? Mau minta uang lagi, ya? Ah, enggak. Pengen tahu aja. Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Ayah bekerja sekitar 10 jam dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 25 hari kerja. Jadi, gaji Ayah dalam satu bulan berapa, hayo?



Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara ayahnya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya. Kalau satu hari ayah dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam ayah digaji Rp 40.000,- dong, katanya. Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok, perintah Rudi.

Tetapi Imron tak beranjak. Sambil menyaksikan ayahnya berganti pakaian, Imron kembali bertanya, Ayah, aku boleh pinjam uang Rp 5.000,- nggak? Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa minta uang malam-malam begini? Ayah capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah. Tapi, Ayah... Kesabaran Rudi habis. Ayah bilang tidur! hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun berbalik menuju kamarnya. Usai mandi, Rudi nampak menyesali hardikannya. Ia pun menengok Imron di kamar tidurnya. Anak kesayangannya itu belum tidur. Imron didapatinya sedang terisak-isak pelan sambil memegang uang Rp 15.000,- di tangannya. Sambil berbaring dan mengelus kepala bocah kecil itu, Rudi berkata, Maafkan Ayah, Nak. Ayah sayang sama Imron. Buat apa sih minta uang malam-malam begini? Kalau mau beli mainan, besok' kan bisa. Jangankan Rp 5.000,- lebih dari itu pun ayah kasih. Ayah, aku nggak minta uang. Aku pinjam. Nanti aku kembalikan kalau sudah menabung lagi dari uang jajan selama minggu ini. Iya,iya, tapi buat apa? tanya Rudi lembut. Aku menunggu Ayah dari jam 8. Aku mau ajak Ayah main ular tangga. Tiga puluh menit saja. Ibu sering bilang kalau waktu Ayah itu sangat berharga. Jadi, aku mau beli waktu ayah. Aku buka tabunganku, ada Rp 15.000,-. Tapi karena Ayah bilang satu jam Ayah dibayar Rp 40.000,-, maka setengah jam harus Rp 20.000,-. Duit tabunganku kurang Rp 5.000,-. Makanya aku mau pinjam dari Ayah, kata Imron polos. Rudi terdiam. Ia kehilangan kata-kata. Dipeluknya bocah kecil itu erat-erat.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *

Saya tidak tahu apakah kisah di atas pernah terjadi pada kita, tapi saya tahu kebanyakan anak-anak orang kantoran maupun wirausahawan saat ini memang merindukan saat-saat bercengkerama dengan orang tua mereka. Saat dimana mereka tidak merasa disingkirkan dan diserahkan kepada suster, pembantu atau sopir. Mereka tidak butuh uang yang lebih banyak. Mereka ingin lebih dari itu. Mereka ingin merasakan sentuhan kasih-sayang Ayah dan Ibunya. Apakah hal ini berlebihan?

Sebagian besar wanita karier yang nampaknya menikmati emansipasi-nya, diam-diam menangis dalam hati ketika anak-anak mereka lebih dekat dengan suster, supir, dan pembantu daripada ibu kandung mereka sendiri. Seorang wanita muda yang menduduki posisi asisten manajer sebuah bank swasta, menangis pilu ketika menceritakan bagaimana anaknya yang sakit demam tinggi tak mau dipeluk ibunya, tetapi berteriak-teriak memanggil nama pembantu mereka yang sedang mudik lebaran.

Entahlah............................


Baca Selanjutnya.....